Bukti Politik Balas Budi

Dalam pembangunan saya teringat akan rekan seperjalanan saya yakni Pak Teguh yang dilahirkan di Watervang. Ayahnya dahulu yang mengerjakan proyek bendungan, karena bekerja di Dinas Pekerjaan Umum saat itu.

Dia memboyong seluruh keluarganya yang berasal dari Ponorogo, kalau saya tidak salah ingat. Akhirnya menetap di sana dan rumahnya persih di dekat bendung Watervang.

Watervang yang dibangun di era Kolonial Belanda masih kokoh berdiri hingga saat ini. Bendungan yang mencegat air dari sungai Kelingi ini menjadi area perangkap air untuk irigasi di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.

Akhirnya matahari menapak dari ufuk timur dan saya berjalan di jembatan gantung tepat di atas bendungan. Sungai Kelingi nampak mengalir pelan dan berwarna hijau toska. Saya menikmati besi-besi yang menjadi pilar penompang bangunan dan bendungan. Entah bagaimana dulu orang Belanda membawa dan memasangnya di sini.

Bagikan Artikel ini..

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *